Selasa, 13 Mei 2014

FENOMENA HIJAB



Menyingkap beberapa fenomena Hijaber yang telah bertentangan dengan syari'at Islam.    


  VS


Pakaian dan perhiasan adalah dua aspek kemajuan dan peradaban. Meninggalkan keduanya berarti kembali kepada kehidupan hewani ( tak berbusana ). Sedang hak milik wanita yang paling utama adalah kemuliaan, rasa malu, dan kehormatan diri. Pakaian dalam islam bukanlah hanya sekedar hiasan yang menempel ditubuh, tetapi pakaian yang menutup aurat. Dengan islam mewajibkan setiap muslim untuk menutupi anggota tubuhnya yang menarik lawan jenis..

Sedangkan masalah berhijab ( berbusana yang menutupi seluruh bagian tubuh dari kepala hingga telapak kaki ) bagi muslimah bukanlah masalah sepele, melainkan masalah besar dan substansi dalam agama Islam. Berhijab bukanlah sisa peninggalan adat bangsa arab, yang membuat muslimah non-arab, tidak boleh menirunya. Tapi yang diperselisihkan ada tidaknya berhijab itu sehingga wanita muslimah bebas mengenakan atau tidak, padahal hijab adalah suatu hukum yang tegas dan pasti bagi muslimah diwajibkan oleh Allah untuk mengenakannya.

Hijab selayaknya dalah pakaian yang tidak berwarna mencolok dan menarik mata, Hijab adalah ibadah karena Allah... bukan karena tuntutan fashion dari wanita-wanita kafir. Allah menurunkan
surat Al-A’raf ayat 26 yang artinya  :

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”

Islam mengajarkan tata cara berhijab dengan benar, Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 33 enerangkan  :

                Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

                Hukum berjilbab atas wanita muslimah, suatu ketetapan yang tidak bisa ditawar-tawar atau ditolak dengan dalih apapun, karena Allah yang kita sembah dengan ibadah shalat dan yang lainnya, Dialah juga yang mewajibkan wanita muslimah untuk berjilbab.Al ur'antelah memuat syarat-syarat pakaian yang wajib dikenakan oleh wanita muslimah sampai dengan mengenakan pakaian yang memenuhi syari’at . Sehingga jadilah wanita muslimah berbeda dengan wanita yang bukan muslimah (baca: wanita kafir) dan memang seharusnya demikian.

                Begitu banyak wanita yang masih enggan mengenakan hijab karen alasan ingin menghijabi hati terlebih dahulu, padahal perintah berhijab adalah perintah yan sesuai dengan ayat di atas.langsung dari Allah.

                Hijab memang tidak bisa dijadikan barometer kealiman seseorang, tapi Hijab adalah perintah Allah yang tidak dapat ditawar. Mereka mengatakan jilbab membuat panas dan gerah, tapi mereka lupa bahwa panasnya berhijab tidak berarti apa-apa dibanding panasnya api neraka.

                               Dari Shofiyah binti Syaibah berkata: “Ketika kami bersama Aisyah radhiallahu’anha, beliau berkata: “Saya teringat akan wanita-wanita Quraisy dan keutamaan mereka.” Aisyah berkata: “Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki keutamaan, dan demi Allah, saya tidak melihat wanita yang lebih percaya kepada kitab Allah dan lebih meyakini ayat-ayat-Nya melebihi wanita-wanita Anshor. Ketika turun kepada mereka ayat: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” (Q.S. An-Nur: 31) Maka para suami segera mendatangi istri-istri mereka dan membacakan apa yang diturunkan Allah kepada mereka. Mereka membacakan ayat itu kepada istri, anak wanita, saudara wanita dan kaum kerabatnya. Dan tidak seorangpun di antara wanita itu kecuali segera berdiri mengambil kain gorden (tirai) dan menutupi kepala dan wajahnya, karena percaya dan iman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya. Sehingga mereka (berjalan) di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan kain penutup seakan-akan di atas kepalanya terdapat burung gagak.”

begitulah kira-kira tunduknya para muslimah pada zaman nabi yang penuh dengan ketaatan yang tulus untuk bersegera kepada ALLAH dan Rasul-Nya.

Selain menjadi perintah yang turun langsung dari Allah, hijab juga terkenal sebagai pakaina yang mengenal setiap peradaban dan budaya manusia. ini dilihat dari berkembangnya tren hijab dari masa-kemasa, dari zaman Rasulullah hingga masa sekarang. Lebih dari itu pengidentitsan Hijab setiap wilayah negara juga berbeda-beda. Dari perbedaan dan kemajuan zaman inilah timbul teori-teori baru tentang hijab. Hijab tak lagi dipandang sebagai busanan yang membosankan. begitu banyak kemajuan tentang Hijab baikdari segi mode atau kualitas kain yang tidak lagi monoton.

                Namun akibat ke kreatifan manusia atas tren hijab muncullah gaya hijab yang tidak sesuai dengan apa yang Allah deskripsikan dalam Al Qur'an. Fenomena Hijab trendy mulai bergelut dan memasyarakat. Saat ini Hijab merupakan trendi yang paling di gemari oleh wanita muslimah. Pusat perbelanjaan sampai bisnis online pun kian meraup pundi-pundi keuntungan besar karena adanya fenomena hijab saat ini.

Biasanya dekat-dekat hari raya Idul Fitri, hijab merupakan salah satu busana, fashion atau tren yang dicari-cari oleh para kaum hawa muslimah. Maka dari itu pedagang ataupun pengusaha hijab meraih rezeki yang melimpah, omzet mereka bisa sampai berlipat-lipat dari pada biasanya, ini membuktikan bahwa muslimah di Indonesia mulai menyadari bahwa berhijab yang sifatnya menutupi aurat merupakan salah satu kewajiban.

Hadirnya komunitas hijabers menjadi fenomena tersendiri bagi busana muslim tanah air dalam setahun terakhir. Pasalnya, fashion tersebut memberikan peningkatan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan tatanan masyarakat.

Komunitas Hijabers bisa dibilang menjadi penggagas penggunaan jilbab dan busana muslim yang gaya, trendi, cantik dan segar. Berkat mereka pula, jilbab dilirik anak muda yang menggemari dunia mode. Kemunculan komunitas hijabers pada tahun 2012 dirasakan banyak aspek, tidak saja memengaruhi pemakai hijab, tapi juga membuat peluang bisnis busana muslim terbuka lebar. Hal itu juga membuat tren berbusana tersendiri menjadi lebih membanggakan.

                Kembali lagi pada Hijab yang dimaksudkan dalam islam, fenomena Hijab trendy ini menjadi perdebatan bak buah simalakama. Karena di satu sisi begitu banyak wanita yang tertarik untuk mengenakan hijab namun disisi lain mereka tidak menghiraukan komposisi yang benar menurut agama. Sebagan dari mereka tergerak mengaenakan hijab karena desakan mode zaman bukan berdasarkan dorongan karena Allah SWT.


                Kesalahkaprahan trend hijab ini tentu saja tidak bisa di berantas dengan mudah. KARENA MEMBERANTAS HAL YANG SUDAH MENJADI KOMUNITAS SUSAH. Selain itu akna timbul elakan bahwa komunitas hijab tren ini berdiri tidak merugikan negara namun bahkan bisa menaikkan pendapatan perorangan maupun negara selain itu karena negara Indonesia merupakan negara dengan tatanan demokratisan, bukan negara berbasis islam. Namun jika menitik pada agama, seseorang tidak selayaknya melayangkan ideologinya pada lingkungan sekitar yang mengikatnya misal ideologi sutu negara bisa saja berubah, karena kebutuhan suatu masyarakat bisa saja berubah....

Semoga Allah menggolongkan kita dengan orang-orang yang sadar ^_^

0 komentar:

Posting Komentar